Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri pada Pembelajaran Daring, Bagaimanakah?

Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri pada Pembelajaran Daring, Bagaimanakah?

Lulud Prijambodo Ario Nugroho *)   Model Pembelajaran inkuiri, merupakan sebuah model yang sudah sangat dikenal oleh pendidik di seluruh negeri. Selama
Read More
DAPODIK 2022 SUDAH RILIS PADA TANGAL 19 JULI 2021

DAPODIK 2022 SUDAH RILIS PADA TANGAL 19 JULI 2021

Yth. Bapak/Ibu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota Kepala LPMP Kepala PP/BP PAUD
Read More
YUK MENGENAL VIRUS COVID-19 LEBIH DEKAT

YUK MENGENAL VIRUS COVID-19 LEBIH DEKAT

Oleh: Alif Noor Hidayati   Dua tahun terakhir ini kita begitu disibukkan dengan urusan seputar pandemi Covid-19. Pandemi yang datang tiba-tiba dan memiliki
Read More
PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA BIMBINGAN TEKNIS MEMANFAATKAN HYPERMEDIA

PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA BIMBINGAN TEKNIS MEMANFAATKAN HYPERMEDIA

Oleh: Heri Dwiyanto*   Bimbingan teknis (Bimtek) merupakan kegiatan layanan bimbingan yang diberikan oleh tanaga ahli atau profesional di bidang tertentu untuk
Read More

Sejarah

Masa BPG (Balai Penataran Guru) Semarang

Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 07 tahun 2007. Sebelum keputusan tersebut terbit bernama Balai Penataran Guru (BPG) Semarang. Secara geografis BPG Semarang berlokasi di Jalan Kyai Maja Srondol Kulon Semarang dengan areal tanah seluas 24.634 m2.

BPG Semarang pada awal berdirinya diatur oleh Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0116/O/1977 tanggal 23 April 1977 tentang Tata Kerja Balai Penataran Guru dan Tenaga Teknis Regional. Selanjutnya melalui Keputusan Mendikbud Nomor 0181/O/1979 tanggal 20 Agustus 1979 Balai Penataran Guru dan Tenaga Teknis Regional diubah menjadi Balai Penataran Guru. Struktur organisasi BPG saat itu diatur menurut Keputusan Mendikbud Nomor 0203/O/1978 tanggal 23 Juli 1978, yang susunan organisasinya belum mencerminkan lembaga penataran karena belum tampak adanya tenaga fungsional.

Dalam perkembangan selanjutnya, fungsi dan peranan BPG Semarang semakin meningkat setelah terbit Keputusan Mendikbud Nomor 024/O/1991 tenggal 2 Mei 1991 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Balai Penataran Guru yang didalamnya memuat pula jabatan struktural dan fungsionalnya dalam BPG.

Galeri LPMP masa lalu, Balai Penataran Guru Semarang:

Keseriusan peserta pada sesi diskusi

Suasana diskusi kelompok peserta pelatihan di BPG Semarang

 

Sudut ruang makan BPG Semarang kala itu (tahun 1980an)

Dari Penjamin menjadi Penjaminan

Pada tahun 2003 BPG resmi berubah menjadi Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Jawa Tengah dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 087/O/2003 tanggal 4 Juli 2003. Lembaga ini bertujuan bertujuan agar pelaksanaan pendidikan di Jawa Tengah sesuai dengan standar, norma, kriteria dan prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan masyarakat terhadap peningkatan mutu pendidikan, pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional melakukan restrukturisasi dan refungsionalisasi Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Jawa Tengah menjadi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Tengah.

Pada awalnya, yaitu tahun 2005 sampai dengan 2010, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Tengah merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) pusat di bawah Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK). Pada tahun 2010 sampai dengan 2015, LPMP Jawa Tengah berada dibawah Badan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan.

Pada tahun 2015, terbit Permendikbud No 15 tahun 2015 dan menempatkan LPMP Jawa Tengah menjadi salah satu LPMP Eselon IIb, selain LPMP Sumatera Barat dan LPMP Sulawesi Selatan. LPMP lainnya, sebagai mana diatur pada Permendikbud No 14 tahun 2015 tetap menjadi Eselon III. Keberadaan LPMP secara keseluruhan berada di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, hingga saat ini.

Kepala BPG Semarang dan LPMP Jawa Tengah

Sejak berdirinya hingga sekarang, BPG Semarang atau LPMP Jawa Tengah telah dipimpin  oleh 7 (tujuh) kepala.

Tercatat Djaidy, BA, pria kelahiran Jogjakarta, 9 November 1931, menjadi kepala BPG Semarang yang pertama. Beliau menjabat sebagai kepala BPG Semarang dari 25 Agustus 1977 sampai dengan 9 November 1986.

Selanjutnya pada tanggal 12 Agustus 1987 hingga 23 April 1993, tapuk kepemimpinan BPG Semarang berpindah kapada Drs. H. Jhani, seorang pria yang lahir di Boyolali, 18 Januari 1938.

Drs. H. Djunaidy, yang berasal dari Parakan Temanggung, menjadi kepala BPG Semarang yang ketiga. Pria kelahiran 13 Januari 1938 ini memimpin BPG Semarang sejak 23 April 1993 hingga 13 Januari 1994.

Kepala BPG yang keempat adalah Drs. H. Saronto. Beliau lahir di Ambarawa, 17 Mei 1940, dan menjabat sebagai kepala BPG Semarang sejak 15 Agustus 1994 hingga 17 Mei 1996.

Drs. Wasito Adi, pria kelahiran Grobogan, 2 September 1944 merupakan kepala BPG Semarang yang ke lima. Beliau menjabat sebagai kepala BPG Semarang dari tanggal 25 Maret 1997 sampai dengan 30 September 1999.

Selanjutnya, kepala BPG Semarang dijabat oleh Dr. Makhali, MM. Pria kelahiran Grobogan, 12 Juni 1955 ini, menjabat sebagai kepala dari tanggal 3 Desember 1999 hingga 1 Juli 2015. Beliau menjabat di masa peralihan BPG Semarang menjadi LPMP Jawa Tengah. Di masa Dr. Makhali, LPMP Jawa Tengah juga beralih dari Eselon III menjadi Eselon II.

Sejak 28 Agustus 2015 kepala LPMP Jawa Tengah dijabat oleh Drs. Harmanto, M.Si., seorang pria kelahiran Kebumen, 5 Januari 1960. Beliau sebelumnya menjabat sebagai kepala LPMP Sulawesi Selatan dan LPMP Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada masa Drs. Harmanto, M.Si ini, LPMP Jawa Tengah meraih predikat WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) yang diperoleh pada tahun 2017. Pada tahun 2019, di bawah kepemimpinan beliau, LPMP Jawa Tengah diajukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mencapai predikat WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih Melayani). (DG)

iklan