Laporan ULT Bulan Desember 2021

Laporan ULT Bulan Desember 2021

Laporan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Bulan Desember 2021 ULT LPMP Provinsi Jawa Tengah   Jumlah Pengunjung ULT LPMP Provinsi Jawa Tengah Bulan Desember
Read More
LPMP JAWA TENGAH SOSIALISASIKAN PROGRAM  SEKOLAH PENGGERAK TAHAP 3

LPMP JAWA TENGAH SOSIALISASIKAN PROGRAM SEKOLAH PENGGERAK TAHAP 3

Srondol Kulon – LPMP Jawa Tengah. Mengawali tahun ke–3 Program Sekolah Penggerak (PSP), LPMP Jawa tengah menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi PSP
Read More
Pemutakhiran Data Calon Peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Tahun 2022

Pemutakhiran Data Calon Peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Tahun 2022

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Melalui Plt. Direktur Pendidikan Profesi Guru Meluncurkan surat edaranNomor : 0063/B2/GT.03.15/2022 Tanggal 13 Januari
Read More
Puisi : Terlena

Puisi : Terlena

Sesaat Seperti lepas Dan kemudian kandas Sesaat Dengan langkah gontai Aku menuju keharibaanMu Sesaat Aku seperti Kehilangan keyakinanku pada Mu Sesaat Aku tertidur Dan terbangun ditengah padang nisan padang perhentian akhir suatu pengembaraan batas antara pengembaraan
Read More

PENDAMPINGAN PENINGKATAN MUTU PEDIDIKAN MELALUI COACHING

Oleh: Ardiani Mustikasari, S.Si, M.Pd

 

Di era globalisasi kehadiran coach dibutuhkan oleh berbagai pihak. Semakin banyak organisasi atau lembaga sosial, ekonomi, wirausaha, pendidikan menyadari manfaat coaching. Kegiatan coaching dapat mengembangkan proses kreatifitas pemikiran, memberikan inspirasi dan memunculkan potensi personal maupun professional.

Salah satu cara dalam melakukan pendampingan peningkatan mutu pendidikan melalui coaching. Berbasis data peta mutu, pendamping dapat membantu menggali kekuatan, potensi dan hal-hal yang perlu diketingkatkan atau dikembangkan dengan coaching.

Kondisi yang ada, sering kali coachee atau klien dalam coaching belum merasakan manfaat atau menemukan insight dari aktivitas coaching yang dilakukan. Permasalahan yang muncul adalah bagaimana melakukan pendampingan peningkatan mutu pendidikan melalui coaching?

Istilah coaching awalnya dari dunia olah raga yaitu dunia tennis. Coaching adalah membuka atau megeluakan potensi untuk mengoptimalkan kinerja (Whitmore, 2019). International Coach Federation mendefinikan coaching sebagai kemitraan dalam proses kreatifitas dan pemikiran dengan tujuan memberikan inspirasi untuk memaksimalkan potensi personal maupun profesional. Coaching dapat dilakukan secara individua atau kelompok. Pada pendampingan peningkatan mutu dpat dilakukan kepada kepala sekolah/ ketua tim penjamiann mutu sebagai leader atau secara kelompok kepada tim penjaminan mutu sekolah.

Coachinga adalah sebuah proses kreatifitas pemikiran antara coach dan coachee (seseorang atau sekelompok yang menerima coaching). Coaching untuk memberikan inspirasi kepada coachee bukan mengarahkan coachee, karena bertujuan untuk memunculkan potensi coachee secara personal maupun profesional. Sehingga dalam pendampingan peningkatan mutu akan memfasilitasi pemenuhan dan peningkatan mutu.

Hal yang perlu diperhatikan dalam coaching adalah adanya kepercayaan dan kenyamanan. Untuk membangun kepercayaan dan kenyamanan, coach perlu menguasai kemampuan komunikasi yang memberdayakan. Komunikasi yang dimaksud adalah memberdayakan potensi setiap pihak sehingga dapat mendorong perubahan. Hal tersebut akan memunculkan komunikasi yang memerdekakan.

Coaching bukan satu-satunya teknik yang dapat digunakan dalam pendampingan. Berbagai Teknik seperti mentoring, consulting dan konseling dapat diterapkan. Masing-masing teknik memiliki keunikan. Mentoring merupakan proses pendampingan, dimana terjadi transfer pengetahuan dan pengalaman dari mentor kepada mentee. Seorang mentor harus lebih expert. Mentor memberi petunjuk, langkah-langkah dan contoh. Konsulting melakukan serangkaian analisis untuk memberikan jalan keluar atau solusi. Sedangkan konseling untuk mengubah perilaku sikap yang menghambat untuk bergerak maju, biasanya disebabkan gangguan masa lalu, sehingga konseling akan menggali masa lalu.

Coaching membuka potensi dengan memaksimalkan kinerja untuk mencapai apa yang diharapkan dengan tetap menjaga kepercayaan dan kenyamanan coachee. Coach perlu memperhatikan empat aspek berkomunikasi yaitu komunikasi asertif, pendengar aktif, bertanya efektif, umpan balik positif.

Komunikasi asertif untuk membangun hubungan positif karena ada pencapaian dan kesepakatan Bersama. Kualitas hubungan yang dibangun adalah rasa hormat pada pemikiran,  perbuatan, dan perasaan orang lain. Komunikasi asertif dapat dibangun dengan beberapa cara yaitu menyamakan kata kunci, menyamakan Bahasa tubuh, dan meyelaraskan emosi.

Pendengar aktif menjadi keterampilan penting dalam coaching. Coachee diharapkan selalu berfokus pada diri coachee. Coach harus mampu mengesampingkan pemikiran dan penilaian pribadi. Sebagai pendengar aktif coach harus mempu tidak hanya mendengar dengan telinga tetapi mendengar dengan mata, hati, sehingga mampu benar-benar hadir secara utuh untuk coachee. Dengan demikian coach akan mampu menemukan pesan terungkap atau tersirat, emosi dan perasaannya, pikirannya, Bahasa tubuh dan mimic wajah, nilai-nilai, usaha dan hasil yang dicapai, serta hal-hal lain yang disampaikan.

Keterampilan lain yang perlu dikuasai coach adalah bertanya efektif. Bertanya untuk ingin tahu bukan untuk justment. Pertanyaan efektif adalah pertanyaan-pertanyaan terbuka yang menggali kekuatan, potensi, dan pemikiran coachee. Perlu dihindari pertanyaan tertutup dan mengarahkan.

Umpan balik positif untuk menggali potensi coachee dan menginspirasi untuk berkarya. Umpan balik yang disampaikan sebagai refleksi dan pengembangan diri. Hasil yang diharapkan dengan adaya umpan balik positif adalah adanya hal-hal tak terduga yang muncul, dimana coachee tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Coaching dapat dilakukan secara tatap muka dan virtual. Coaching secara virtual dapat menggunakan berbagai platform seperti zoom, google meeting, video call, dan lain sebagainya. Selain itu coaching dapat menggunakan berbagai model. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan coaching adalah kerahasiaan, jujur dan terbuka, tidak mengambil keuntungan dari informasi yang ada, coachee merasa didengar, dipahami dan dihargai, positif dan semangat, tidak berasumsi dan memaksa dari sudut pandang coach, tidak boleh menyebarkan kepada orang lain, tidak menceritakan keburukan orang lain, obyektif dan tidak memihak, bersikap positif tanpa menilai dan menghakimi, serta menjaga coachee untuk bertanggungjawab pada pikiran, perasaan, perbuatan dan hasil-hasilnya.

Pendampingan peningkatan mutu melalui coaching menggali kekuatan yang dimiliki dan menggali hal-hal yang perlu dikembangkan sehingga meningkatkan personality dan professional dalam memenuhi atau meningkatkan mutu. Pendampingan coaching dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. Aspek berkomunikasi yaitu komunikasi asertif, pendengar aktif, bertanya efektif, umpan balik positif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

iklan