Saturday, August 27, 2016
   
Text Size

Search

LPMP JAWA TENGAH

Dosa Besar Guru, Merasa Paling Tahu

User Rating: / 9
PoorBest 

Kepala Bidang Fasilitasi Peningkatan Mutu Pendidik LPMP Jawa Tengah Dr. Subiyantoro saat memberikan sambutan di hadapan peserta Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru TIK SMP/SMA/SMK di SMAN 1 Jepara, Senin (10/8)

Menjadi seorang guru harus mau belajar. Guru yang malas belajar dan enggan meningkatkan ketrampilan karena merasa paling pandai dan paling tahu termasuk dosa besar yang dilakukan oleh guru.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Fasilitasi Peningkatan Mutu Pendidik Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Jawa Tengah Dr. Subiyantoro, mengutip teori Paulo Freire, di hadapan peserta Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 untuk Guru TIK SMP/SMA/SMK se-Kabupaten Jepara di Ruang Multimedia SMAN 1 Jepara, Senin pagi (10/8).

"Dosa besar lainnya, guru mengambil jalan pintas dalam mengajar dengan tidak melakukan persiapan," lanjutnya.

Subiyantoro juga menyebutkan, perangkat yang harus disediakan guru seperti RPP bukan hanya sebagai dokumen pelengkap administrasi, namun juga digunakan sebagai dasar pelaksanaan dan alat evaluasi pembelajaran.

Pelatihan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jepara bekerjasama dengan LPMP Jawa Tengah ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Dikmen Dinas Dikpora Kabupaten Jepara Agus Noer Slamet.

Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru TIK ini baru pertama kali diadakan di Kabupaten Jepara, bahkan juga di Jawa Tengah.

Pelatihan akan dilaksanakan dalam 4 angkatan yang masing-masing berlangsung selama 5 hari. Angkatan pertama akan dilaksanakan tanggal 10 hingga 14 Agustus. Angkatan ke-2 tanggal 24 hingga 28 Agustus. Kedua angkatan pertama ini diperuntukkan bagi Guru TIK SMP.

Angkatan ke-3 diperuntukkan bagi Guru TIK SMK tanggal 31 Agustus hingga 4 September. Sedangkan angkatan ke-4 bagi Guru TIK SMA dan SMK dilaksanakan tanggal 7 hingga 11 September mendatang.

Bersamaan dengan angkatan pertama ini juga diselenggarakan pelatihan bagi guru-guru kelas SD di tempat yang sama namun di kelas yang berbeda.

Menjadi seorang guru harus mau belajar. Guru yang malas belajar dan enggan meningkatkan ketrampilan karena merasa paling pandai dan paling tahu termasuk dosa besar yang dilakukan oleh guru. - See more at: http://sman1jepara.sch.id/index.php?option=com_content&view=article&id=211:dosa-besar-guru-merasa-paling-tahu&catid=16#sthash.GM5azez3.dpuf
Kepala Bidang Fasilitasi Peningkatan Mutu Pendidik LPMP Jawa Tengah Dr. Subiyantoro saat memberikan sambutan di hadapan peserta Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru TIK SMP/SMA/SMK di SMAN 1 Jepara, Senin (10/8) - See more at: http://sman1jepara.sch.id/index.php?option=com_content&view=article&id=211:dosa-besar-guru-merasa-paling-tahu&catid=16#sthash.GM5azez3.dpuf
Kepala Bidang Fasilitasi Peningkatan Mutu Pendidik LPMP Jawa Tengah Dr. Subiyantoro saat memberikan sambutan di hadapan peserta Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru TIK SMP/SMA/SMK di SMAN 1 Jepara, Senin (10/8) - See more at: http://sman1jepara.sch.id/index.php?option=com_content&view=article&id=211:dosa-besar-guru-merasa-paling-tahu&catid=16#sthash.GM5azez3.dpuf
 

BUKU 1 PEDOMAN PENETAPAN PESERTA SERTIFIKASI GURU 2016

User Rating: / 9
PoorBest 

Pelaksanaan Sertifikasi Guru merupakan salah satu wujud implementasi dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Tahun 2016 merupakan tahun kesembilan pelaksanaan sertifikasi guru yang telah dilaksanakan sejak tahun 2007. Perbaikan penyelenggaraan sertifikasi guru terus dilakukan dari tahun ke tahun untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Perbaikan penyelenggaraan sertifikasi guru tahun 2016 antara lain pada mekanisme penyelenggaraan dan proses penetapan peserta. Penetapan calon peserta mulai tahun ini menggunakan batas minimal hasil uji kompetensi guru (UKG) yang dilaksanakan tahun 2015, perangkingan dilakukan oleh sistem yang terintegrasi dengan dapodik dan dipublikasikan secara online.

Pedoman ini berisi aturan dan prosedur proses penetapan peserta sertifikasi guru. Dimulai dari informasi daftar calon peserta, proses verifikasi dan validasi data calon peserta, dan jadwal penetapan peserta. Pedoman ini perlu dipahami dengan baik oleh semua unsur yang terkait dalam penyelenggaraan sertifikasi guru di pusat dan di daerah. Salah satu bagian penting dalam pelaksanaan sertifikasi guru adalah proses rekrutmen dan penetapan calon peserta sertifikais guru. Untuk itu diperlukan sebuah pedoman yang dapat menjadi acuan bagi semua unsur tersebut.

 

 

 

 

Uji Kompetensi Guru 2015 untuk Pemetaan, Bukan Pemotongan Tunjangan Profesi

User Rating: / 8
PoorBest 

Jakarta, Kemendikbud --- Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Sumarna Surapranata mengatakan, uji kompetensi guru (UKG) pada tahun 2015 dilakukan untuk melakukan pemetaan dalam rangka memperolehbaseline tentang kompetensi guru. Hal tersebut dikatakannya untuk menjawab salah satu tuntutan guru honorer yang menolak dilaksanakannya UKG jika hasilnya digunakan untuk melakukan pemotongan tunjangan profesi.

“Uji kompetensi guru ini untuk pemetaan, agar diperoleh baseline kompetensi guru,” ujarnya saat audiensi dengan guru honorer di kantor Kemenpan-RB, Jakarta, (15/9/2015).

   

PEDOMAN PEMBERIAN DANA BANTUAN PENINGKATAN KARIER PTK SMP MELALUI MGMP SMP TAHUN 2015

User Rating: / 6
PoorBest 

Pencerdasan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, alinea keempat memerlukan berbagai komponen pendukung, salah satunya yaitu pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) yang andal dan profesional. Untuk mewujudkan cita-cita luhur tersebut, Pemerintah menetapkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada Pasal 2 dalam undang-undang tersebut diamanatkan bahwa tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Sudah tentu, dalam upaya untuk mewujudkan pendidikan nasional sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan tersebut, Pemerintah memerlukan ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, kesetaraan, dan kepastian (5K) jaminan PTK yang mampu melaksanakan pembelajaran secara profesional. Namun kenyataan menunjukkan bahwa keberadaan PTK sebagaimana dimaksud masih menjadi persoalan yang sangat memprihatinkan bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, peningkatan mutu pendidikan nasional yang dapat mendukung terwujudnya sumber daya manusia (SDM) pembangunan nasional yang andal dan profesional perlu dioptimumkan.

Dalam konteks itu, kompetensi, profesionalisme, dan karier PTK, khususnya PTK pendidikan dasar dikdas perlu terus ditingkatkan dan dikembangkan melalui berbagai daya dan upaya. Salah satunya yaitu melalui pemberdayaan kelompok kerja PTK di tanah air. Kelompok kerja perlu didukung untuk meningkatkan frekuensi, intensitas, dan kebermaknaan eksistensinya dalam peningkatan karier anggotanya. Oleh karena itu, pengurus kelompok kerja PTK, termasuk pengurus musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) sekolah menengah pertama (SMP), perlu didorong untuk memotivasi, mendisiplinkan, mengembangkan, dan melakukan profesionalisasi diri seluruh anggotanya secara efektif, efisien, dan berkelanjutan demi terwujudnya guru mata pelajaran SMP yang kompeten, profesional, dan membanggakan.

Sekaitan dengan itu, Direktorat P2TK Dikdas, Ditjen Dikdas, Kemdikbud, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) Tahun 2015 berencana memberikan bantuan peningkatan karier PTK SMP melalui MGMP SMP tahun 2015. Program pemberian bantuan tersebut difokuskan untuk MGMP SMP di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemberian bantuan peningkatan karier PTK SMP melalui MGMP pada tahun 2015 lebih diutamakan untuk kabupaten/kota yang jumlah MGMP penerima blockgrant-nya relatif lebih sedikit dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya.

Agar pelaksanaan pemberian bantuan peningkatan karier tersebut berlangsung secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, serta dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan, Direktorat P2TK Dikdas, Ditjen Dikdas, Kemdikbud menyiapkan Pedoman Pemberian Dana Bantuan Peningkatan Karier PTK SMP melalui MGMP SMP Tahun 2015.

Kepada semua pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam penyusunan pedoman ini, kami mengucapkan terima kasih. Semoga pedoman ini dapat dimanfaatkan oleh para pengguna dan pembina sebagaimana mestinya.

 

Untuk Lengkapnya Silahkan download :

File Presentasi Penyusunan Laporan MGMP

File PEDOMAN MGMP tahun 2015

File MGMP Jawa Tengah

 

Permohonan Verifikasi Data Sekolah Pelaksana Kurikulum 2013 (3 semester)

User Rating: / 1
PoorBest 

Permohonan Verifikasi Data Sekolah Pelaksana Kurikulum 2013 (3 semester)

 

Yth. Kepala Dinas Pendidikan

Kab./Kota

Provinsi Jawa Tengah

Diberitahukan dengan hormat bahwa Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah pada tahun anggaran 2015 akan menyelenggarakan Pelatihan Kurikulum Nasional (dh. Kurikulum 2013) bagi Guru Kelas 3 dan 6.

Sehubungan dengan hal tersebut, mohon perkenan Saudara melakukan verfikasi data sekolah pelaksana Kurikulum 2013 (3 semester) dan mengusulkan:

(a) Daftar nama calon IN (kriteria terlampir);

(b) Daftar nama calon GS (kriteria terlampir)

(c) Daftar Sekretariat kab/kota.

Seluruh format sebagaimana dimaksud dapat diunduh di alamat lpmp.wordpress.com

Selanjutnya, data mohon dikirim dalam bentuk softcopy melalui email ke alamat This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it paling lambat tanggal 29 Mei 2015 dan dalam bentuk hardcopy dibawa pada saat pelaksanaan Rakor Persiapan Pelatihan Kurikulum 2013 pada tanggal 3-4 Juni 2015 (undangan menyusul). Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Putut Joko Wibowo dengan no hp. 081390957715 dan P. Aris Abimanyu dengan no hp. 0816666776.

Demikian, atas perkenan dan kerjasama yang baik kami sampaikan terima kasih.

 

Kepala,

 

ttd

 

Lampiran (Download)

1. Data sekolah pelaksana Kurikulum 2013 (3 semester)

2. Format Sekretariat

3. Surat

4. Data Sekolah pelaksana kurikulum 2013 (3Semester) Jenjang SMP, SMA dan SMK

KRITERIA INSTRUKTUR NASIONAL (IN)

 

  1. Latar belakang pendidikan minimal S1 program studi yang relevan;
  2. Memahami Kurikulum 2013 melalui pengalaman mengikuti pelatihan Instruktur Nasional dan GS Kurikulum 2013 dan dinyatakan layak dengan nilai kategori minimal baik;
  3. Memiliki kemampuan melaksanakan pelatihan dengan pendekatan andragogy dibuktikan dengan surat keterangan/sertifikat pengalaman melakukan pelatihan-pelatihan guru;
  4. Memiliki kompetensi pedagogik dibuktikan dengan surat keterangan pengalaman sebagai Instruktur Pelatihan;
  5. Memiliki komitmen untuk melatih guru sasaran selama 5 (lima) hari berturut-turut pada setiap angkatan tanpa absen dan minimal menjadi pelatih untuk 3 (tiga) angkatan serta bersedia ditugaskan di mana saja;
  6. Diberi izin dan direkomendasikan oleh pimpinan unit kerja.

 

KRITERIA GURU SASARAN (GS)

  1. Guru Kelas 3 dan 6 yang belum mengikuti pelatihan implementasi Kurikulum 2013 pada tahun 2013 atau 2014, baik program Pusat, Daerah, maupun Mandiri;
  2. Guru bukan peserta PLPG
   

Page 1 of 5

Latest Comments