Kerja Keras, UN dan Ikrar Kejujuran
IKRAR melaksanakan UN yang jujur dan berprestasi oleh segenap insan pendidikan di Jateng di depan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh beberapa waktu yang lalu hendaknya kita realisasikan bersama. Betapa mulia dan agungnya nilai-nilai yang terkandung dalam teks ikrar yang dibacakan oleh dua siswa, yaitu Diva wakil dari SMP dan Syaiful wakil SMA di Semarang, yang ditirukan seluruh kepala sekolah dan kepala dinas pendidikan se-Jateng yang hadir pada waktu itu. Berikut sedikit cuplikan teks ikrarnya:
"Kami berikrar menyukseskan ujian nasional dengan jujur dan berprestasi. Membangun budaya pembelajaran berdasarkan ajaran agama dan nilai utama karakter bangsa yang beriman, takwa, jujur, bersih, santun, cerdas, disiplin, kreatif, kerja keras, dan bertanggung jawabî.
Nah, konsekwensi logis dari adanya ikrar tersebut, mau tidak mau seluruh civitas pendidikan di Jateng harus bekerja keras dalam menghadapi UN tahun ini. Baik itu, kepala dinas pendidikan, kepala sekolah, guru dan siswa wajib totalitas dalam menyikapi UN. Khusus bagi para siswa, sekarang ini tidak ada lagi istilah pasif dalam belajar.
Waktu yang tinggal sebentar ini hendaknya dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk belajar. Demikian pula bagi para guru di Jateng hendaknya selalu siap memacu, mengarahkan, mendampingi serta membimbing belajar siswanya. Sebab menurut Peters pada hakekatnya tugas dan tanggung jawab guru adalah sebagai pengajar, pembimbing dan administrator kelas. Begitu pula dengan pendapat Amstrong dimana tugas dan tanggung jawab guru menurutnya adalah sebagai pengajar, memberikan bimbingan, mengembangkan kurikulum, mengembangkan profesi dan membina hubungan dengan masyarakat (Nana Sudjana, 1989).
Mengingat besarnya peranan guru dalam belajar siswa, maka setiap guru terutama guru pengampu mata pelajaran yang di-UN-kan harus mampu mendorong siswanya untuk dapat belajar maksimal. Karena dengan belajar secara maksimal siswa diharapkan dapat lebih menguasai soal Ujian Nasional. Di sisi lain, sayogyanya bagi segenap guru terutama yang mengampu mata pelajaran yang di-UN-kan, sebelum pelaksanaan UN nanti hendaknya sudah dapat memastikan bahwa siswanya telah menguasai keseluruhan materi ujiannya. Hal ini sangat penting sebab dengan siswa mampu menguasai semua materi pelajaran beserta dengan semua jenis atau model soal UN yang begitu rumit, dapat dipastikan mereka tidak akan kebingungan saat mengerjakan warna-warni soal ujian nanti.
Oleh karena itu dalam konteks ini, segenap guru pengampu mata pelajaran yang di-UN-kan seharusnya dalam membimbing belajar siswanya selain memfokuskan pada penguasaan materi pelajaran, hendaknya juga lebih mengutamakan latihan menggarap berbagai jenis soal. Karena hanya dengan cara seperti inilah siswa dapat dipastikan akan menguasai dan dapat mengerjakan berbagai jenis soal UN nanti. Walhasil, akhirnya hanya dengan kerja keraslah UN akan dapat berjalan dengan penuh kejujuran dan menghasilkan out put yang berprestasi serta membanggakan kita semua masyarakat Jateng.
M Saifuddin Alia
Guru MTs Negeri Wirosari Grobogan
sumber : SM
| Comments |
|
|
||||||
|
||||||
|
||||||
!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."
Newer news items:
Older news items:
- DOUBLE BURDEN (BEBAN GANDA) PEREMPUAN BEKERJA - Thursday, 01 March 2012
- Pendidikan Karakter Berada di Titik Nazir Peradaban? - Thursday, 12 May 2011
- Permohonan Maaf pada LPMP Jateng dan Diknas - Wednesday, 11 May 2011
- BILA GURU BELUM JUGA LOLOS SERTIFIKASI….. - Sunday, 24 April 2011
- CONTOH MPI POWERPOINT, MEMBUAT WEB PSB & CARA CEPAT ENTRY NILAI UN - Saturday, 02 April 2011
Facebook
Twitter
Del.icoi.us
Blogger
Nunggu NUPTK edit - Semoga info bulan...
NUPTK belum muncul - Assalamu'alaikum...
mohon daftar kelulusan sertifikasi 20...
kelu kesah - banyak guru yg tidak bis...
Mohon maaf Bapak ibu barang kali ada ...