Sunday, May 19, 2013
   
Text Size

Search

Total Dibaca: 1387

Indonesia Peringkat ke-3 Pengakses Porno

User Rating: / 4
PoorBest 

Yang paling kerap dilakukan: pornografi, penistaan agama, dan media pemerkosaan.

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementrian Komunikasi dan Informatika, Freddy Tulung, mengatakan bahwa 30 persen dari 40 juta pengakses internet di Indonesia menggunakan internet untuk hal-hal negatif.

"Persoalannya bukan masalah teknologinya, tetapi bisa tidak masyarakat memanfaatkan teknologi itu dengan baik," ujarnya di Jakarta, Selasa, 27 September 2011.

Menurut Freddy, ada tiga hal negatif yang paling kerap dilakukan pengguna internet, yakni pornografi, penistaan agama, dan media pemerkosaan. "Kita sekarang peringkat ketiga pengakses internet porno," katanya.

Soal penistaan agama, pengakses internet bisa memanfaatkan teknologi untuk membajak identitas orang lain untuk mengadu domba sehingga muncul konflik. "Pengguna internet kan bisa identitasnya tidak ketahuan," ujarnya.

Sedangkan soal media pemerkosaan biasanya terjadi melalui situs-situs kencan atau jejaring sosial. "Dengan Facebook kan pertama kenalan, kencan, dan perkosaan terjadi. Itu banyak terjadi dan cukup signifikan," ujarnya.

"Ini semua kendala-kendala yang kita hadapi, walaupun 70 persen menggunakan untuk yang positif."

Kemenkominfo mengundang masyarakat untuk mencari muatan-muatan edukatif yang nantinya bisa disebarluaskan melalui situs-situs yang kerap dibuka masyarakat.

sumber : VN

Comments
Search RSS
NunikP   |Author |2012-07-02 05:42:07
Hmmm... bagaimana pemerintah mulai memperdulikan hal ini... menyedihkan. Ini saat ini bagaimana dg generasi kita mendatang, anak2 cucu kita
masroemono   |Author |2012-07-09 20:50:56
semua harus diawali dari pribadi masing-masing individu untuk bisa memproteksi diri dari hal-hal yang negativ dengan cara meningkatkan keimanan terhadap Tuhan, semua pasti berjalan baik walau tanpa campur tangan pemerintah
Only registered users can write comments!

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

Latest Comments