Artikel

MEMBENTUK KEBIASAAN GURU

Dimas Wihandoko

 

Guru olahraga UPTD Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar 

Menjalani profesi guru pada masa sekarang ini memang dihadapkan dengan berbagai kewajiban yang harus dipenuhi dan target kinerja yang tinggi sesuai dengan gelar yang melekat yakni tenaga profesional. Kinerja dan kompetensi guru memikul tanggung jawab utama dalam transformasi orientasi peserta didik dari ketidakpahaman menjadi paham, dari ketergantungan menjadi pribadi yang mandiri, dari tidak memiliki semangat belajar menjadi fokus dan lebih semangat, dengan menciptakan kegiatan pembelajaran yang interaktif, guru juga harus menjadikan peserta didik berpengetahuan yang memiliki karakter, senatiasa mampu menyerap dan menyesuaikan diri dengan dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan kehidupannya dengan kontrol sosial emosional yang baik. Guru harus benar-benar memiliki kemampuan yang mumpuni sesuai dengan kualifikasi bidang studi yang diajarkannya kepada siswa. Tugas dan kewajiban seorang guru  ini secara konstitusi juga telah diatur dalam peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru Pasal 52.  Meski telah tercantum dalam peraturan pemerintah, hendaknya guru juga mulai membentuk kebiasaan sederhana yang dapat menjadikan kompetensi  guru menjadi luar biasa.First we make a habbit and habbit make us. Kita bentuk kebiasaan dan maka kebiasaan akan membentuk kita.

Read more: MEMBENTUK KEBIASAAN GURU

Edmodo and Google Drive Integration

Update terbaru dari edmodo, yaitu intregasi antara edmodo dan Google drive, semua file di akun drive google otomatis bisa di akses langsung dari edmodo. untuk melakukannya kita cukup login dari dari akun google.

Langkah langkah mengintegrasikan Edmodo dengan google adalah

 

  • Login dengan akun google

 

Read more: Edmodo and Google Drive Integration

MEMOLES GURU DI ERA MEA

Oleh : Dedy Gunawan, Staff Pemetaan Mutu Pendidikan LPMP Jawa Tengah

 

KOMPETENSI guru di Indonesia ternyata masih jauh panggang dari api. Hal itu terungkap dalam presentasi Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Sumarna Surpranata pada Rakor Terpadu Penjaminan Mutu Pendidikan yang diselenggarakan oleh LPMP Jawa Tengah di Patra Jasa Convention Hotel, Maret 2016.

Rendahnya kompetensi guru tergambar dari hasil UKG 2015, yakni rerata umum kompetensi guru sebesar 56,69, kompetensi profesional 58,55, dan kompetensi pedagogi 52,37.

Angka-angka di atas menggambarkan betapa guru di Indonesia belum memiliki kemampuan memadahi untuk mengajar, di tengah keterbatasan kemampuan profesionalnya. Pada tahun 2015, standar kompetensi minimal (SKM) UKG adalah 55 pada rentang 10 s/d 100, dan diharapkan pada tahun 2020, semua guru di Indonesia mendapatkan nilai UKG serendah-rendahnya 80.00.

Read more: MEMOLES GURU DI ERA MEA

Kelas Maya di Era MEA

Oleh : Putut J Wibowo (LPMP Jawa Tengah)

 

Tidak dapat dipungkiri bahwa kehidupan kita tidak bisa lepas dari teknologi. Baik teknologi sederhana maupun teknologi terapan yang sangat komplek, mulai dari perangkat teknologi yang membantu kebutuhan pribadi sampai dengan kebutuhan sosial.

Kemajuan teknologi di bidang digital semakin berkembang pesat di era 90-an. Masyarakat mulai mengenal perangkat komputer pribadi atau Personal Computer (PC). Perangkat teknologi ini dapat meningkatkan hasil pekerjaan secara signifikan. Semisal ketika membuat sebuah dokumen yang tingkat korektifitasnya sangat tinggi, dibutuhkan materi kertas yang cukup banyak. Dengan penggunaan perangkat digital, kebutuhan akan materi ini dapat ditekan seminimal mungkin.

Semakin lama, kebutuhan akan perangkat digital semakin tinggi. Perangkat digital yang diproduksi dalam keadaan “polos” atau tidak ada inovasi semakin ditinggalkan. Inovasi yang lambat pada sisi perangkat keras digital mulai diimbangi dengan inovasi pada sisi perangkat lunaknya.

Read more: Kelas Maya di Era MEA