MENYONGSONG GLOBALISASI DENGAN PENGUATAN KEMAMPUAN GURU DALAM LITERASI SAIN

Oleh: Ardiani Mustikasari, S.Si, M.Pd

Awal abad 21 kita telah menyaksikan adanya pembangunan ekonomi yang sangat cepat karena kemajuan teknologi dan globalisasi. Pembangunan ekonomi suatu bangsa menjadi begitu tergantung pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kondisi tersebut membutuhkan tersedia tenaga teknis dan penduduk yang memiliki kemampuan literasi sain.

Kemampuan literasi sain merupakan salah satu aspek yang dinilai pada Programme for International Student Assesstment (PISA).  Indonesia merupakan salah satu negara yang secara konsisten mengikuti program PISA. Peringkat literasi sains Indonesia melalui program PISA dari tahun 2000 sampai 2012 mengalami penurunan. Tahun 2012 Indonesia berada pada peringkat ke 64 dari 65 negara peserta studi.

Akibatnya perlu dilakukan reformasi pembelajaran sain. Dalam pembelajaran IPA tidak hanya fokus pada penguasaan materi IPA tetapi juga mengembangkan kemampuan literasi sain. Terdapat empat aspek literasi sain, yaitu pengetahuan sain, sain sebagai cara untuk menyelidiki, sain sebagai cara berpikir, serta interaksi sain, teknologi dan mayarakat.

Permasalahan yang muncul adalah bagaimana pembelajaran sain yang dapat mengembangkan kemampuan literasi sain?

 

National Teacher Association (1971) mengemukakan bahwa seorang yang literat sains adalah orang yang menggunakan konsep sains, keterampilan proses, dan nilai dalam membuat keputusan sehari-hari kalau ia berhubungan dengan orang lain atau dengan lingkungannya, dan memahami interelasi antara sains, teknologi dan masyarakat, termasuk perkembangan sosial dan ekonomi. Apabila kita kaitkan dengan pembelajaran sain, dimana sain merupakan ”the extant body of scientific knowledge, the values of science, and the methods and processes of science, pendidik melakukan pembelajaran tidak hanya bertujuan untuk memahamkan sain. Tujuan pendidik dalam pembelajaran IPA berfungsi sebagai filter diterimanya aktivitas belajar mengajar (Clark & ​​Peterson, 1986; Richardson, 1996). Tujuan seseorang akan mempengaruhi pikiran dan tindakan (Wertsch, 1998).

 

Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pembelajaran sain adalah dalam metode, media dan sumber belajar yang digunakan.

1.    Metode

Pendidik diharapkan menggunakan metode yang berorientasi pada keterampilan proses sains seperti observasi, pengukuran, mengelompokkan, menyimpulkan, pencatatan dan analisis data, berkomunikasi menggunakan berbagai cara seperti, menulis, berbicara, menggunakan grafik, tabel, diagram, membuat perhitungan, dan bereksperimen. Siswa dihadapkan pada tugas-tugas yang menantang, yang dapat melatih keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Tugas-tugas yang diberikan hendaklah terkait dengan masalah-masalah kehidupan sehari-hari yang dengan tugas tersebut siswa mampu menemukan solusi pemecahan dengan membuat produk-prouk kreatif. Melalui kegiatan ini siswa juga akan terbiasa dengan melakukan kegiatan yang menunjukkan interaksi antara sain, teknologi dan masyarakat.

2.    Media

Media yang digunakan dapat bervariasi, berupa media gambar, poster, film, benda langsung dan multi media. Guru harus memiliki keterampilan dalam memilih, merancang, mengembangkan dan menggunakan media sesuai karakteristik materi dan siswa.

Pengembangan literasi sain dapat dilakukan dengan menggunakan media digital yang saat ini banyak dikembangkan.

 

 

Proyek ini berfokus pada pembelajaran berbasis penyelidikan dengan suara dan teknologi mendukung pendekatan inquiry, mendukung empat pengalaman belajar:

       konfirmasi: siswa disediakan pertanyaan dan prosedur (metode).

       terstruktur: tujuan belajar untuk memperkenalkan siswa dengan pengalaman melakukan penyelidikan atau berlatih menyusun pertanyaan spesifik, mengumpulkan dan menganalisis data

       dipandu: pertanyaan dan prosedur masih disediakan oleh guru.

       terbuka: siswa memiliki kesempatan untuk bertindak seperti ilmuwan, berawal dari menyusun pertanyaan, merancang dan melaksanakan penyelidikan serta mengkomunikasikan hasil mereka

3. Sumber belajar

Beberapa penelitian mengenai kategori literasi sains pada sumber belajar berupa buku menemukan bahwa buku-buku yang digunakan di sekolah belum merepresentasikan kategori literasi sains.

 

Akhirnya, kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa literasi sains merupakan pengetahuan dan pemahaman tentang konsep dan proses sains yang akan memungkinkan seseorang untuk membuat keputusan, berpartisipasi dalam hal kenegaraan, budaya dan pertumbuhan ekonomi. Metode yang digunakan berorientasi pada keterampilan proses sains seperti observasi, pengukuran, mengelompokkan, menyimpulkan, pencatatan dan analisis data, berkomunikasi menggunakan berbagai cara seperti, menulis, berbicara, menggunakan grafik, tabel, diagram, membuat perhitungan, dan bereksperimen. Media yang digunakan adalah media digital. Sumber belajar digunakan yang berorientasi pada empat aspek tujuan literasi sain.

 

DAFTAR PUSTAKA

Cansiz, Mustafa., Turker, Nurcan.  2011. “Scientific Literacy Investigation In Science Curricula: The Case Of Turkey”. Western Anatolia Journal of Educational Science, ISSN 1308 – 8971.

Holbrook, Jack., Rannikmae, Miia. 2009. “The Meaning of Scientific Literacy”. International Journal of Environmental & Science Education Vol. 4, No. 3, pp. 275-288.

Macaroglu. A, Esra. 2004. “Teaching Scientific Literacy Through A Science Technology And Society Course: Prospective Elementary Science Teachers’case”. The Turkish Online Journal of Educational Technology – TOJET ISSN: 1303-6521 volume 3 Issue 4 Article 8.

 

 

 

Add comment


Security code
Refresh